Pemanfaatan Air Kelapa untuk Nata de Coco

Wednesday, November 26th 2014. | Manfaat Buah
Advertisement
manfaat air kelapa

dessert menggunakan nata de coco

Pemanfaatan air kelapa, tidak hanya dalam bentuk fresh sebagai air kelapa muda, namun bisa juga difermentasi menjadi produk nata de coco. Kata nata sendiri merupakan sebuah kata dalam bahasa Spanyol yang berarti krim, sehingga imbuhan pada kata nata biasanya meng-indikasikan bahan mentah penyusun nata. Misal nata de pina, merupakan hasil turunan dari nanas, nata de tomato berasal dari tomat, dan tentu saja nata de coco yang berasal dari olahan (air) kelapa.

Bahan air kelapa yang digunakan pada pembuatan nata, dari informasi dari seorang pengrajin nata, harus dari kelapa yang tua, tidak bisa berasal dari kelapa muda. Dari keterangan pengrajin tersebut, air kelapa muda mengandung lebih banyak air, sehingga lebih kecil kemungkinannya berhasil dalam proses penggumpalan menjadi nata. Selain dari air kelapa, sebuah referensi berbahasa Inggris menyebutkan bahwa nata de coco bisa diproses dari santan kelapa. Namun mengingat bahwa nilai ekonomi air kelapa sangat rendah, yang sebenarnya bersifat sebagai limbah, maka pemanfaatan air kelapa lebih populer.

Manfaat air kelapa

lembaran nata de coco

Air kelapa tersebut kemudian difermentasikan, terutama dengan bantuan mikrobakteri Acetobacter xylinum.  Starter berupa kultur mikroba adalah bahan yang paling penting dalam pembentukan nata. Sebagai starter, digunakan biakan murni Acetobacter xylinum. Bakteri ini dapat ditemukan secara alami dalam ekstrak tanaman gula yang telah mengalami fermentasi atau pada sayuran dan buah-buahan kandungan gulanya membusuk (mirip fermentasi). Jika organisme mikroba tersebut tumbuh pada medium yang mengandung gula, organisme akan mengubah 19 persen gula menjadi selulosa. Selulosa yang dikeluarkan ke media dalam bentuk benang bersama-sama dengan polisakarida berlendir membentuk selaput yang terus menebal menjadi lapisan nata. Proses tersebut memakan waktu selama kurang lebih 7 hari, sehingga menjadi bentuk serupa agar-agar, kenyal dan tembus cahaya (translucent).

Secara nutrisi, nata de coco mengandung 67,7% air, 0,2% lemak, 12 mg kalsium, zat besi 5 mg, 2 mg fosfor dan sejumlah kecil vitamin B1, protein dan hanya sekitar 0,01 mg riboflavin per 100g berat.

Penyusun utama dari nata adalah air dan selulosa (serat), sehingga relatif aman untuk dimakan oleh siapa saja. Kandungan kalori yang rendah dan kaya serat, menyebabkan bahan makanan ini ideal sebagai pelengkap menu diet Anda jika mencoba untuk melangsingkan atau mengelola berat badan Anda. Kandungan serat yang tinggi juga baik untuk pencernaan dan memiliki efek menurunkan kolesterol.

Manfaat lain dari produk olahan air kelapa ini, antara lain : melancarkan pencernaan, melancarkan pembuangan feses tubuh dan mencegah sembelit (konstipasi), aman dan sesuai dikonsumsi mereka yang mengalami obesitas dan sedang melakukan diet rendah kalori untuk lebih melangsingkan tubuh. Serat yang terdapat pada nata sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis, bahkan dipercaya dapat membantu para penderita diabetes mengatasi masalah dehidrasi.

manfaat air kelapa

contoh sajian nata de coco

Tentu saja tata cara konsumsi nata de coco harus diperhatikan. Biasanya nata de coco dikonsumsi dengan dicampur sirup gula atau minuman manis lain yang mengandung kalori relatif tinggi, ini tentu justru dapat memicu obesitas. Sirup pencampur nata de coco yang terlalu manis juga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah, yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan diabetes. Perlu kita cermati hal-hal tersebut agar kita dapat mengambil nilai manfaat nata de coco dan tidak merugikan diri sendiri.

Advertisement
tags: , ,